Uji Validitas Dengan Korelasi Pearson Product Moment Pada SPSS

12:00:00 PM
Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat-tingkat kevalidan atau kesahihan sesuatu instrumen. Suatu instrumen yang valid mempunyai validitas yang tinggi. Sebaliknya, instrumen yang kurang valid berarti memiliki validitas rendah. Sebuah instrumen dikatakan valid apabila mampu mengukur apa yang diinginkan. Sebuah instrumen dikatakan valid apabila dapat mengungkap data dari variabel yang diteliti secara tepat.

Tinggi rendahnya validitas instrumen menunjukkan sejauh mana data yang terkumpul tidak menyimpang dari gambaran tentang validitas yang dimaksud. Instrumen yang dicapai apabila data yang dihasilkan dari instrumen tersebut sesuai dengan data atau informasi lain yang mengenai variabel penelitian yang dimaksud.

Ada 2 cara yang bisa sobat lakukan untuk mengukur validitas yaitu dengan korelasi – pearson product moment dan korelasi – Corrected item terhadap total correlation. Yang akan kita coba ukur disini adalah korelasi – pearson product moment dan untuk korelasi – Corrected item terhadap total correlation akan dibahas pada postingan berikutnya.

Dalam menentukan layak tidaknya suatu item yang akan digunakan dilakukan uji signifikan koefisien korelasi pada taraf 0.05 dan nilai capaian koefisien korelasi minimal 0.30 (dianggap valid)

Korelasi Pearson Product Moment
Range Validitas
Perhatikan videonya baik-baik:







Hasil untuk Variable X1 adalah seperti gambar dibawah:

Uji Validitas Dengan Korelasi Pearson Product Moment
Yang perlu diperhatikan disini adalah kolom paling akhir yaitu SI berbasis Web. Untuk X1.1 pearson correlationnya adalah 0.719, sig (2-tailed) nya adalah 0.000
Itu berarti korelasi  X1.1 lebih besar dari 0.03 dan tingkat signifikannya lebih kecil dari 0.05 dan dinyatakan Valid.

Sekarang perhatikan kembali pada X1.2 – X1.5. Korelasinya berada diatas 0.3 bukan.. Juga tingkat signifikannya berada di bawah 0.05.. Berarti Variabel X1 (SI Berbasis Web) dinyatakan valid.

Untuk langkah selanjutnya sobat tinggal melanjutkan pada Variabel X2 dan Y…
Apabila ada yang kurang paham silahkan ditanyakan ya…, mohon maaf kalo cara menerangkannya kliatan acak-acakan… :D

Tips
Agar lebih mudah memahami artikel tentang SPSS ini sebaiknya ikuti mulai dari postingan awal dengan cara membuka label SPSS dan mengerjakannya secara berurut. Karena pada artikel ini hanya ada satu study kasus beserta data responden yang dapat sobat download. Study kasus yang diolah mulai dari cara Membuat Variable sampai dengan Uji Koefisien Determinasi R2 Pada SPSS. Terdapat 3 Variable dalam study kasus yaitu Pengaruh Sistem Informasi Berbasis Web, Kualitas Layanan,  dan Kepuasan Nasabah.

Demikian Cara Melakukan Uji Validitas Dengan Korelasi Corrected Item Terhadap Total Correlation Pada SPSS, Semoga Bermanfaat 

Artikel Terkait

Previous
Next Post »